
Ketika sebuah gol dianulir karena posisi kaki pemain hanya terpaut beberapa sentimeter, penonton biasanya melihat hasil akhirnya melalui animasi singkat. Di balik visual tersebut, ada sistem yang harus menangkap gerakan pemain, menentukan momen bola dimainkan, mengolah data dalam waktu sangat singkat, lalu menyampaikan informasi kepada perangkat pertandingan.
Piala Dunia 2026 menggunakan Advanced Semi-Automated Offside Technology atau teknologi offside semi-otomatis tingkat lanjut. Sistem ini dirancang untuk mempercepat keputusan yang bersifat jelas, tetapi tetap menempatkan wasit sebagai pengambil keputusan akhir.
VAR dan Teknologi Offside Bukan Hal yang Sama
VAR adalah sistem bantuan video yang digunakan untuk meninjau beberapa jenis insiden, seperti gol, penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identitas pemain. Teknologi offside semi-otomatis lebih spesifik: membantu menentukan posisi pemain saat bola dimainkan.
Sistem ini disebut semi-otomatis karena komputer melakukan pelacakan dan perhitungan awal, sedangkan manusia tetap memvalidasi konteks pertandingan. Posisi seorang pemain bisa terdeteksi offside, tetapi wasit masih perlu menilai apakah pemain tersebut aktif mengganggu permainan atau tidak.
Kamera Mengubah Pertandingan Menjadi Data
Setiap stadion Piala Dunia 2026 dilengkapi 16 kamera pelacak optik. Kamera-kamera tersebut merekam posisi serta pergerakan pemain dari berbagai sudut sehingga sistem dapat membangun representasi pertandingan secara tiga dimensi.
Dalam satu pertandingan, lebih dari 150 juta titik data pelacakan dapat dihasilkan. Data ini membantu sistem mengetahui letak pemain, anggota tubuh yang relevan, posisi bola, dan urutan peristiwa yang terjadi di lapangan.
Prosesnya dapat disederhanakan menjadi empat tahap:
1. Menangkap gerakan: Kamera mengikuti posisi pemain dan bola secara berkelanjutan.
2. Menentukan momen penting: Sistem mencari saat bola dimainkan kepada pemain berikutnya.
3. Membandingkan posisi: Data penyerang dibandingkan dengan pemain bertahan kedua terakhir sesuai aturan offside.
4. Mengirimkan informasi: Untuk offside posisi yang jelas, pemberitahuan dapat diteruskan langsung kepada perangkat pertandingan di lapangan.
Mengapa Pemain Dipindai Menjadi Avatar 3D?
Sebanyak 1.248 pemain dari 48 tim dipindai sebelum turnamen. Hasil pemindaian digunakan untuk membuat avatar digital dengan ukuran tubuh yang lebih sesuai dengan pemain sebenarnya.
Avatar ini bukan sekadar hiasan siaran. Bentuk tubuh yang lebih presisi membantu proses pelacakan titik tubuh ketika sistem menilai posisi offside. Setelah keputusan dibuat, data yang sama dapat diubah menjadi tayangan ulang 3D sehingga penonton lebih mudah memahami bagian tubuh mana yang berada melewati garis.
Ini menunjukkan satu prinsip penting dalam teknologi: data yang sama dapat mempunyai beberapa fungsi. Data pelacakan membantu perangkat pertandingan, tim analisis, penyiar, dan penonton dengan bentuk penyajian yang berbeda.
Apakah AI Menggantikan Wasit?
Tidak. Otomatisasi mempercepat pekerjaan yang berulang dan membutuhkan perhitungan presisi, tetapi konteks tetap dinilai manusia. Sistem tidak secara otomatis menentukan apakah pemain yang berada dalam posisi offside menghalangi pandangan penjaga gawang atau memengaruhi lawan.
Piala Dunia 2026 juga memakai FIFA AI Pro untuk membantu tim menganalisis data pertandingan. Namun, alat tersebut berbeda dari sistem pengambilan keputusan wasit. Fungsinya adalah membantu staf pelatih mencari pola, membuat laporan, dan memahami data pertandingan melalui pertanyaan dalam bahasa sehari-hari.
Tantangan Besarnya Ada pada Integrasi
Teknologi ini tidak hanya bergantung pada satu kamera atau satu algoritma. Kamera, jaringan, pemrosesan data, komunikasi audio, layar VAR, perangkat wasit, dan sistem siaran harus bekerja sebagai satu rangkaian.
Sistem juga membutuhkan jalur cadangan. Jika komponen otomatis mengalami masalah, perangkat pertandingan harus tetap dapat menggunakan metode peninjauan lain. Kecepatan tidak boleh mengorbankan akurasi, dan hasil perhitungan harus ditampilkan dengan cara yang mudah dipahami manusia.
Pelajaran untuk Pengembangan Sistem Digital
Teknologi offside menunjukkan bahwa sistem digital yang baik bukan hanya soal fitur canggih. Sistem harus mampu mengumpulkan data yang tepat, mengolahnya dengan cepat, menyediakan validasi manusia, dan menyampaikan hasil secara jelas.
Prinsip yang sama berlaku untuk aplikasi bisnis, dashboard operasional, dan platform berbasis data. Meta Solusi Digital dapat membantu merancang website, aplikasi web dan mobile, serta sistem digital terintegrasi yang disesuaikan dengan alur kerja bisnis—mulai dari tampilan pengguna hingga pengolahan data di belakangnya.
Suka artikel ini?
Bagikan wawasan ini kepada rekan bisnis Anda atau konsultasikan kebutuhan digital bisnis Anda bersama kami.


